You need to add a widget, row, or prebuilt layout before you’ll see anything here. 🙂

Hadirnya seorang anak dalam sebuah keluarga merupakan kebahagian dan karunia yang diberikan oleh Allah SWT, keluarga biasanya akan menyambut kedatangan buah hati yang dinantikan tersebut. Harapan dan doa untuk menjadikan buah hatinya yang sholeh merupakan suatu cita-cita bagi tiap orang tua yang dari buah hatinya.

Seperti pada ayat berikut ini :

فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُمَا صٰلِحًا (Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna) Yakni anak yang sholeh. Pendapat lain mengatakan yakni anak yang sehat sempurna, tidak seperti yang mereka berdua takutkan yaitu terlahir cacat. Dan Allah mengabulkan doa mereka berdua. جَعَلَا لَهُۥ شُرَكَآءَ فِيمَآ ءَاتَىٰهُمَا ۚ (maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya)…

Untuk menyempurnakan kebahagian dengan hadirnya buah hati, biasanya orang tua melakukan aqiqah sebagai tradisi umat islam. Aqiqah sendiri  berdasarkan sumber wikipedia adalah pengurbanan hewan dalam syariat, sebagai bentuk rasa syukur umat islam terhadap Allah SWT. Hukum aqiqah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunnah muakadah dan ini adalah pendapat jumhur ulama menurut hadis.

Lalu bagaimana hikmah yang didapat apabila keluarga atau orang tua melakukan aqiqah untuk buah hatinya, seperti telah dikutip republika.co.id dengan judul Tujuan dan Manfaat Akikah maka berikut ini adalah hikmah Aqiqah :

  • Dengan melakukan Aqiqah kita telah ikut menghidupkan sunah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani Nabi Ibrahim AS, sperti dalam kutipan ayat : tatkala Allah SWT menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail AS.
  • Dalam aqiqah banyak terdapat mengandung unsur perlindungan dari setan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu, dan ini sesuai dengan makna hadis, yang artinya, “Setiap anak itu tergadai dengan akikahnya.” Sehingga, anak yang telah ditunaikan akikahnya insya Allah lebih terlindung dari gangguan setan yang sering mengganggu anak-anak. Hal inilah yang dimaksud oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah “bahwa lepasnya dia dari setan tergadai oleh aqiqahnya”.
  • Melakukan Aqiqah adalah sebuah tebusan bagi anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari akhir, sebagaimana Imam Ahmad mengatakan, “Dia tergadai dari memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan akikahnya).”
  • Aqiqah merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah SWT dengan lahirnya sang anak.
  • Aqiqah sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syariat Islam dan bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.
  • Aqiqah dapat memperkuat ukhuwah (persaudaraan) di antara masyarakat. Ketujuh, merupakan sarana untuk merealisasikan prinsip-prinsip keadilan sosial dan menghapuskan gejala kemiskinan di dalam masyarakat. Misalnya, dengan adanya daging yang dikirim kepada fakir miskin.

Begitu besar ternyata hikmah yang terkandung dalam perbuatan melakukan Aqiqah tersebut, dan bagi yang menjalankannya pun perlindungan dari Allah SWT yang didapat atas buah hatinya yang dicintainya.

Dulu begitu repotnya orang tua apabila ingin melakukan Aqiqah untuk buah hatinya, belum harus mencari hewan qurbannya dan belum lagi harus mencari ustad untuk memotong hewan aqiqah tersebut terlebih lagi setelah itu haruslah memasak hewan tersebut. Namun kini hal itu tidak lagi sulit bagi yang ingin melakukan Aqiqah karena pda-aqiqah hadir untuk memudahkan orang tua yang ingin Aqiqahkan buah hatinya.

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi website kami : https://pda-aqiqah.com/ atau hubungi ke nomor kontak : +62-822-400-33333

Baca juga :

Kesempatan Emas Aqiqah Di Bulan Ramadhan

Doa Menyembelih

Manfaat Air Susu Ibu

Spread the love