Ayah dan Bunda, buah hati biasanya merupakan salah satu kebahagiaan tersendiri, terlebih jika buah hati yang lahir adalah berkah yang selalu dinantikan. Dan acara aqiqah biasanya menjadi salah satu acara yang ditunggu oleh sebagian orang tua/pasangan karena pada saat aqiqah, banyak selipan doa yang diberikan dan keindahan berbagi berita juga kabar baik yang bisa disebarkan terhadap keluarga dan tetangga juga kerabat dekat kita.

Lantas pernahkah Ayah dan Bunda menyadari, mengapa jika menu pada sajian olahan daging aqiqah menu utamanya terdapat menu sate dan gule? Akan kami coba paparkan mengapa.

Ayah dan Bunda, daging kambing atau daging domba yang paling sering dijadikan hewan penyembelihan untuk aqiqah memiliki beberapa perbedaan dengan daging sapi. Mulai dari tekstur, warna dan rasa.

Daging kambing yang disebutkan memiliki koleterol tinggi, ternyata tidak loh Ayah dan Bunda. Kandungan kolesterol pada daging kambing lebih rendah dari kandungan kolesterol pada kandungan daging lainnya. Lalu secara tekstur, daging kambing memiliki bentuk yang lebih keras dibandingkan dengan daging domba ataupun daging sapi. Sehingga proses pemasakan daging kambing bisa lebih lama dibandingkan daging-daging lainnya. Tidak sedikit pula orang memasak daging kambing menggunakan bantuan pengempuk daging agar waktu pemasakan lebih hemat.

Daging domba merupakan salah satu daging yang jarang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Daging domba biasanya dikonsumsi untuk acara tertentu saja. Acara aqiqah atau qurban merupakan salah satu acara yang menyajikan domba sebagai bahan masakan (entah dibagikan mentah untuk diolah sendiri ataupun sudah dalam jenis masakan yang tinggal dibagi-bagikan). Kadar kolesterol daging domba lebih tinggi daripada daging kambing, tetapi tekstur daging domba lebih lembut daripada daging kambing. Daging domba juga memiliki bau amis yang lebih sedikit dibandingkan daging kambing. Tekstur yang lebih lembut menjadikan proses pemasakan daging domba tidak terlalu lama.

Olahan daging kambing dan daging domba untuk aqiqah, biasanya berbentuk sate dan gule. Walapun ada beberapa olahan lain yang sering juga dimasukan kedalam menu seperti nasi kebuli, olahan kari, ataupun tongseng. Menu sate dan gule lebih sering dijadikan olahan karena ada anggapan bahwa sudah menjadi tradisi dari suatu daerah untuk menyajikan menu tersebut.

Namun, ada beberapa yang masih beranggapan bahwa gule dan gulai adalah masakan yang sama loh, Ayah dan Bunda. Padahal kedua masakan tersebut memiliki beberapa perbedaan. Gulai, merupakan panganan yang berasal dari daerah Sumatera dengan penerapan seni memasak yang kaya akan rempah. Sedangkan gule, adalah masakan khas Jawa Tengah juga Jawa Timur yang kuahnya lebih encer dan kurang pekat. Walau keduanya memiliki warna yang mirip, tetapi memiliki rasa yang berbeda. Gule terasa lebih manis dibandingkan gulai karena adanya pemakaian gula yang lebih banyak. Sedangkan gulai terasa lebih pedas dan gurih.

Gule biasa dipilih untuk menu aqiqah karena lebih praktis dan banyak bagian dari kambing atau domba yang bisa diolah. Mulai dari daging, tulang, hingga jeroannya. Bahan bumbu yang tidak terlalu sulit didapatkan (bisa dengan mudah didapatkan di pasar ataupun warung terdekat dari rumah Ayah dan Bunda). Selain itu, dengan membuat gule, hasil dari masakan bisa jadi lebih banyak, sehingga bisa lebih banyak membagikannya kepada keluarga, kerabat dan tetangga. Jika Ayah dan Bunda merasa kerepotan dalam pengolahan untuk aqiqah, bisa percayakan saja kepada PDA Aqiqah ya Ayah dan Bunda. Kami sudah berdiri sejak 2004 dan sudah banyak dipercaya oleh Ayah dan Bunda lainnya. Informasi lebih lanjut bisa kunjungi kami di https://pda-aqiqah.com/ atau sosial media kami di @pda_aqiqah untuk mengetahui kabar terbaru dari kami

Spread the love